Soal : Apakah implikasi tauhid terhadap pendidikan mental?
Jawab : Akidah tauhid dan keimanan kepada Allah akan menimbulkan beberapa pengaruh pada mental, antara lain:
1. Akidah tauhid dapat mendisiplinkan kehidupan mental manusia dan dapat mempersatukan perselisihan, misi dan visi umat manusia. Akidah tauhid juga dapat menjadikan semua potensi, perilaku dan kebiasaan menjadi bertambah kuat dan berlipat ganda serta saling mengisi dalam merealisasikan satu tujuan yaitu tunduk kepada Allah semata, meyakini keesaan Allah, kebijakan, rahmat, ilmu-Nya tentang apa yang terbetik di dalam jiwa seseorang, kekuasaan-Nya dan seluruh sifat-sifat-Nya. Allah Ta’ala telah memberikan kepada kita sebuah permisalan di dalam Al-Qur’an sebagai penjelasan betapa pentingnya akidah tauhid dalam mewujudkan kesatuan jiwa umat manusia.
Allah Ta’ala berfirman:
“Allah membuat perumpamaan (yaitu) seorang laki-laki (budak) yang dimiliki oleh beberapa orang yang berserikat yang dalam perselisihan dan seorang budak yang menjadi milik penuh dari seorang laki-laki (saja); Adakah kedua budak itu sama halnya Segala puji bagi Allah, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Az-Zumar : 29)
2. Seorang mukmin yang memegang akidah tauhid memiliki kewibawaan diri yang istimewa sehingga ia tidak mudah diperbudak oleh jabatan dan harta serta tidak akan pernah menghinakan dirinya kepada semua jenis thaghut. Allah Ta’ala berfirman:
“…Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin,…”(QS. Al-Munaafiquun : 8)
3. Akidah tauhid dan iman kepada Allah akan mendidik akal manusia agar memiliki pandangan yang luas, suka menyingkap rahasia alam dan berambisi untuk mengetahui hal-hal yang berada di balik alam nyata. Segala sesuatu yang ada, baik yang terlihat ataupun yang tidak, seperti makhluk yang ada di langit, Kursi, Arsy dan seluruh malaikat adalah makhluk yang dimiliki Allah Ta’ala .Segala sesuatu baik yang kecil maupun yang besar bertasbih dan bertahmid kepada Allah, menyaksikan keagungan-Nya dan Allah Ta’ala telah memerintahkan agar kita memperhatikan itu semua.
4. Akidah tauhid dan keimanan kepada Allah akan mendidik manusia menjadi insan yang rendah hati, tidak sombong dan tertipu dengan apapun dari sifat-sifat kemanusiaannya. Apabila ia tertipu dengan kekuatannya kemudian ingin bertindak aniaya dan zhalim, maka akidah tauhid akan mengingatkannya kepada kekuasaan Allah terhadap dirinya, Dia yang menghidupkan dan yang mematikan. Jika ia tertipu dengan harta yang ia miliki hingga berfoya-foya, mengikuti hawa nafsu, sombong dan congkak, maka Akidah tauhid akan mengingatkan dirinya bahwasanya Allah itu Maha Kaya dan Dia-lah yang telah memberikan harta tersebut. Dengan demikian ia akan kembali menjadi seorang yang dermawan, rendah hati, suka berkorban dan menyayangi hamba-hamba Allah lainnya. Jika ia tertipu dengan ilmunya hingga ia kira sudah mencapai tingkat yang mumpuni, maka Akidah tauhid akan mengingatkannya untuk melihat ke jagat alam raya ini. Apa yang ia ketahui hanyalah sebahagian yang sangat kecil dari ilmu Allah, bahkan pandangannya sendiri yang akan menjadi lemah. Dengan demikian ia akan kembali sadar dan merasa dirinya kecil, merendahkan diri di hadapan Allah memohon diberi tambahan ilmu pengetahuan, bersikap sabar, bijak, memperhatikan, berfikir dan selalu ulet. Bandingkan semua anugerah yang diberikan Allah kepada anda dengan cara seperti ini.
5. Keimanan kepada Allah akan menjauhkan seorang insan dari penyakit suka berangan-angan. Tidak ada yang dapat memberikan syafaat kecuali mereka-mereka yang telah mendapat izin dan diridhai oleh Allah. Tidak ada seorang pun yang dapat mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala kecuali dengan cara melaksanakan amal shalih. Allah Ta’ala tidak pernah memiliki kerabat seibu maupun seayah dan juga tidak pernah memiliki hubungan saudara dengan siapapun yang ada di alam ini. Semua hamba-hamba Allah akan dihisab dan akan diberi ganjaran sesuai dengan amalannya, jika baik maka baiklah ganjarannya dan apabila buruk maka buruk pulalah balasannya.
6. Manusia yang beriman kepada Allah dengan sebenar-benar keimanan akan mendapat ketenangan hati, harapan yang disertai dengan usaha dan tidak mudah menyerah.
7. Loyalitas kepada Allah, bangga dengan menyandarkan diri kepadaNya, menjadikan-Nya sebagai wali serta bernaung di bawah panjipanji Allah Ta’ala .Orang-orang mukmin adalah kelompok Allah dan berada di bawah perlindungan-Nya.sementara orang-orang kafir tidak ada satupun yang dapat melindungi mereka. Allah Ta’ala berfirman:
“Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orangorang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tiada mempunyai pelindung.” (QS. Muhammad :11) Wala’ seperti ini akan menjadikan setiap insan senantiasa mengumandangkan genderang perang dan bertempur melawan kejahatan setan dan pengikut-pengikutnya. Loyalitas kepada Allah akan mendidik umat Islam ini menjadi umat yang berwibawa, sehingga tidak ada lagi pembeda, semuanya saling menyayangi dan bahu-membahu di antara sesama muslim. Bahkan Allah Ta’ala telah mengedepankan loyalitas ini dari pada loyalitas terhadap keluarga ayah, kerabat dan famili.
Allah Ta’ala berfirman:“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa yang di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. At-Taubah : 23)



