Sebaiknya, kedua orangtua memperhatikan pemilihan ungkapan yang baik dan diterima oleh anak, jauh dari ungkapan hina dan rendahan dalam berbicara kepada anak-anak. Jangan sampai mengucapkan caci-maki, umpatan, dan ejekan serta ungkapan-ungkapan buruk nan menyakitkan.
Ketika kedua orangtua mengagumi
sesuatu dari perilaku anak-anak, hendaknya mereka mengatakan, “Maasyaa
Allah”, jika melihat sesuatu yang membangkitkan perhatian, maka
mengatakan, “Subhaanallaah”, “Allahu
Akbar”, jika anak-anak berbuat baik kepada mereka berdua, hendaknya
mereka mengatakan, “Baarakallaahu fiikum” (semoga Allah
memberi keberkahan kepada kalian), “Ahsantum” (Bagus
kalian!),
dan jika mereka berbuat kesalahan, orang tua
mengatakan: “Tidak, wahai anakku”, “Bukan begitu” dan ungkapan-ungkapan lain
yang baik dan dapat diterima; sehingga anak-anak menjadi terbiasa dan jinak,
dan akhirnya lisan mereka terjaga dari umpatan dan kata-kata kasar.



